Perkenalan Untuk Saling Kenal
NAMA
: WINDA RISAL
NIM :
1811111120023
KELOMPOK :
NERVUS OKULOMOTOR
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu.s
Seperti
biasanya saya akan menceritakan pengalaman-pengalaman saya selama LKMM-TD dua
minggu yang lalu. Setelah salam kenal dengan dengan kakak tingkat dari fakultas
kedokteran gigi mulai dari kakak koas sepuluh orang, angkatan 2015(corona),2016(
molar), 2017(gingiva), selanjutnya kami salam kenal dengan dokker, staf,
satpam, sopir dekan dan wadekan, cs, tukang parkir. Namun, yang berbeda dengan
salam kenal kali ini adalah kami harus menempel photo dokter dan photo staf,
satpam, sopir dekan dan wadekan, cs, tukang parkir namun untuk photo cs,
satpam, dan tukang parkir serta photo dari driver wadekan, hanya sebagian yang
kami dapatkan photonya danan kami juga harus mengisi biodata yang terdiri dari
jabatan, tempat tanggal lahir, alamat, e mail, nomor hp. Pertama Kami memulainya
dengan perkenalan dengan dokter, dan itu mungkin terasa lebih menakutkan harus
bertatapan langsung dengan dokrer, menjawab pertanyaan dari dokter walaupun itu
hanya menanyakan hal tentang keluarga ataupun jalur masuk, dan untuk
menjawabnya ataupun bertemu, aku sangatlah gugup. Dan untuk memulai perkenalan
terlebih dahulu pj (penanggung jawbab) dari setiap dokter harus menghubungi
dokternya terlebih dahulu untuk menanyakan kesediaan dari dokternya untuk salam
kenal dengan kami, setelah dokternya bersedia biasanya dokter menentukan berapa
orang bisa berkenalan dan jumlah untuk sekali masuk ruangan. dan kami harus mengantri
di luar ruangan dokternya untuk
mendapatkan giliran, dan waktu yang diberikan oleh panitia LKMM-TD untuk salam
kenal dengan dokter adalah dua minggu, tapi di perpanjang satu minggu dan
akhirnya menjadi tiga minggu, dan aku sangat bersyukur setelah waktu salam
kenal dengan dokternya diperpanjang.
Pertama
kali masuk ruangan dokter saya sangatlah gugup dan takut untuk memperkenalkan
diri didepan dokternya. Namun melihat teman teman saya yang berani dan terlihat
tidak gugup saya memberanikan diri untuk memperkenalkan diri, dan hal yang
paling melegakan adalah ketika kita sudah keluar dari ruangan dokter. Setelah itu
saya melanjutkan untuk salam kenal dengan dokter yang lain, dan kita harus antri
untuk bisa masuk dan berkenalan dengan dokternya, sebuah hal yang sebenarnya
tidak saya suka tapi beberapa hari itulah yang saya lakukan dan bisa saya
lalui. Namun saya tidak berkenalan dengan semua dokter, karena terkadang
dokternya ada kegiatan yang membuat salam kenal di hentikan dan dilanjurkan
besoknya lagi, setelah berkenalan dengan dokter selanjutnya kami salam kenal
dengan staf dan begitu juga dengan staf saya tidak sempat untuk salam kenal
dengan beberap staf, setelah staf selanjutnya adalah kami berkenalan dengan
satpam, tukang parkir dan juga driver dari dekan dan wakildekan. Namu pada saat
saya salam kenal dengan satpam ada beberapa satpam yang mengatakan “ga usah
perkenalan nanti kenal sendiri” dan itu adalah hal yang lucu menurut saya. Dan sampai
sekarang alhamdulillah saya sudah salam kenal dengan dokter, staf, sopir dekan,
cs, satpam dan tukang parkir sebanyak 49. Dan itulah pengalaman saya selama
salam kenal.
Wassalamualaikum
warahmatullahi wabarakaru
Komentar
Posting Komentar